4 Jan 2017

2017 di Gunung Kelud

Hari minggu kemarin tepatnya 2 hari sebelum liburan sekolah berakhir kami bertiga menyempatkan main PS bareng ditempatnya Aan yang notabene punya rentalan PS. Tapi kami mainnya di dalem kamar, bukan di tempat anak2 buat main itu. Setelah beberapa jam main si Mahadi dapet BBM dari salah satu teman masa kuliah dulu yaitu si Panji, di ngajak ke Kelud. Katanya belum mengunjungi sana setelah peristiwa Erupsi tahun 2014 yang lalu. Karena liburan hanya tersisa 1 hari, jadi kami oke2 aja deh. Langsung skippp….
Hari senin pagi kami berempat langsung berangkat ke Gunung Kelud naik duo Matic. Yap, saling boncengan gitu sih. Perjalanan cukup lancer dan ramai karena saat itu masih hari libur buat anak2 sekolah. Sebenarnya saya sendiri sudah beberapa kali kesana setelah meletus tahun 2014 lalu, tapi ya nggak ada salahnya kan kesana bareng teman2. Ada beberapa alasan juga kenapa saya ingin ikut. Yang pertama ya “aji mumpung” mumpung libur dan mumpung semua sempet, karena udah nggak mudah ngumpul bareng kalo udah lulus dari sekolah/kuliah. Kemudian saya pingin tau juga Taman Margomulyo atau Taman Dewi Kilisuci atau Taman Lembusuro atau Taman apalah itu….dan Kampung Anggrek yang ramai banget di Instagram
A photo posted by galang sulaksono (@galang271) on
.
Oh iya, kami sempet kesini tahun 2012 lalu, kalo nggak salah pas semester 2. Sedikit Fotonya ada di Postingan ini.
Sebelum jalan-jalan keatas, ada wisata baru di gunung kelud yaitu Taman Dewi Sekartaji atau taman margomulyo saya juga bingung. Sekilas konsepnya mirip Selecta yang ada di Batu Malang, yaitu taman bunga yang memanjang. Meskipun belum semua bunga mekar, tapi salah satu jenis buunga sudah mekar dan layak untuk tempat selfie atau foto. Disana juga ada taman Hammock dan beberapa gazebo yang digunakan untuk bersantai. Pemandangan sekitar juga indah dan Instagramable banget deh. Tapi taman ini masih dalam tahap pengembangan, beberapa jenis tanaman belum tumbuh dengan baik. Dalam hal ini kita dikenai tarif Rp.5000/orang. Kemudian kita lanjut keatas untuk melihat pemandangan lain gunung kelud
A photo posted by galang sulaksono (@galang271) on
.
A photo posted by galang sulaksono (@galang271) on
Saat berkunjung ke Gunung Kelud saat ini udah berbeda seperti yang dulu dimana sudah ada tempat parkir yang luas, dan selanjutnya terserah kita mau kemana (keatas atau kebawah sumber air panas). Sekarang kendaraan bermotor tidak boleh dibawa sampai atas, ada batas parkir kendaraan motor maupun mobil. Jadi kita hars berhenti di batas parkiran dan harus jalan kaki untuk menuju keatas. Jika dilihat memang sangat jauh untuk menuju keatas. Tapi karena rasa penasaran dan merasa rugi jika tidak naik keatas, maka kita “Jabanin” deh wkwk…
Baru beberapa saat naik, tiba-tiba serangan udara berupa air datang (baca:hujan). Sehingga pemandangan alam disamping kanan kiri tertutup kabut. Tapi setelah sampai atas hujan berhenti. Dan ini adalah pertamakali saya tau bahwa terdapat pagar pembatas. Semecam pagar dari sebuah proyek yang memang notabene sedang memperbaiki kerusakan yang terjadi pada kawasan wisata gunung kelud ini. Jadi pengunjung hanya bisa berhenti di pagar pembatas tersebut, tidak bisa melanjutkan sampai atas
A photo posted by galang sulaksono (@galang271) on
Ada 2 opsi untuk bisa sampai atas dibelakang pagar pembatas. Yang pertama adalah Jalan kaki yang memang terasa capeknya. Dan yang kedua adalah naik ojek. Biaya untuk naik ojek adalah Rp. 5.000,- . kita bisa diantar sampai keatas, tapi entahlah kembalinya kebawah apakah harus membayar kembali atau tidak. Jadi selagi kita masih sehat, tidak ada salahnya memilih jalan kaki saja. hehe
Share:

0 komentar:

Posting Komentar